Minggu, 16 Januari 2011

limnologi Analisis Kualitas Air Parameter Kimia-1

I.PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Derajat keasaman(pH) adlah suatu ukuran dari konsentrasi ion H+ dan menunjukkan suasana air tersebut apakah dalam keadaan asam atau basa.Secara alamiah oH perairan dipengaruhi oleh konsentrasi CO2 dan senyawa-senyawa bersifat asam
Menyatakan bahwa ada dua macam gas yaitu oksigen dan karbondioksida yang terlarut di dalam air.Kelarutan gas-gas dalam perairan adalah suatu funfsi dari suhu.Makin rendah suhu maka makin besar kelarutannya.Oleh karena itu semakin dingin suatu perairan maka makin banyak oksigen yang dikandungnya.
Istilah limnologi berasal dari bahasa Yunani, kata “limne” berarti genangan rawa atau danau.Limnologi menjadi ilmu dari perairan umum, berhubungan seluruh factor yang mempengaruhi populasi yang hgidup dalam perairan itu, dan termasuk perairan mengalir (lotik) dan perairan tergenang (lentik). Permukaan bumi secara umum terdiri atas bagian daratan dan bagian perairan
Dalam analisis kualitas air perameter kimia 1 ini ada beberapa metode yang digunakan, yaitu:
a. derajat keasaman (pH) air
b. oksigen terlarut DO
c. karbon dioksida bebas CO2
Perairan umum adalah bagian permukaanbumi yang secara permanent atau berkala digenangi oleh air, baik air tawar, payau maupun air laut, mulai dari garis pasang surut terendah kea rah daratan dan badan air tersebut terbentuk secara alami ataupun buatan. Yang termasuk ke dalam perairan umum ialah sungai, danau, waduk, rawa, goba, dan genangan air lainnya.
Derajat keasaman mempengaruhi daya tahan organisme di mana perairan yang pH-nya rendah maka penyerapan O2 oleh organisme akan terganggu.

1.2. Tujuan Dan Manfaat
Praktikum limnologi bertujuan untuk mengetahui kesuburan suatu perairan, mengetahui O2 terlarut dalam air dan CO2 bebas, sehingga nantinya mahasiswa dapat membedakan antara air yang berkualitas dengan air yang tidak berkualitas sehingga mampu memilih air yang dapat dijadikan sumber air untuk dijadikan air pembudidayaan ikan.
Sedangkan manfaatnya adalah mengetahui seberapa subur kolam percobaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, sehingga cocok untuk dijadikan tempat pembudidayaan ikan.





II. TINJAUAN PUSTAKA

Walaupun air murni mempunyai pH netral karena diasosiasi molekul air menghasilkan jumlah ion-ion H+ dan OH- yang sama,keadaan CO2 dan sifat basa yang kuat dari ion natrium,kalium dan kalsium dari dalam air laut sedikit basa.Biasanya sedikit bervariasai antara pH 7,5 sampai pH 8,4(Nyebaken, 1992)
Menurut Nontji(1979) menyatakan bahwa suhu air di permukaan dipegaruhi oleh kondisi meteorology yakni curah hujan,penguapan ,kelembapan udara,suhu udara,keceptan angina,dan intesitas radiasi matahari.Oleh sebab itu suhu di permukaan biasanya mengikuti pada musiman.
Suhu perairan biasanya akan meningkat apabila intesitas cahaya matahari yang masuk ke dalam periaran dalam jumlah yang besar. Menurut dahuri et el (1996) suhu periaran dipengaruhi oleh radiasi dan posisi matahari ,letak geografis, musim,kondisi awan,proses interaksi air dengan udara seperti kenaikan panas,penguapan dan hembusan angin.
Oksigen terlarut merupakan parameter yang samgat penting dalam kehidupan organisme.Setiap organisme membutuhkan O2 untuk respirasi dan selanjutnya untuk metabolisme yang diperuntukan untuk perombakan organik menjadi sari makanan yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan energi, perkembangan biak dan bergerak.(Sedana et el,2001)
Nyebaken(1992) menyatakan bahwa ada dua macam gas yaitu oksigen dan karbondioksida yang terlarut di dalam air.Kelarutan gas-gas dalam perairan adalah suatu funfsi dari suhu.Makin rendah suhu maka makin besar kelarutannya.Oleh karena itu semakin dingin suatu perairan maka makin banyak oksigen yang dikandungnya.
Fardiaz(1992) menyatakan bahwa oksigen terlarut merupakan kebutuhan dasar untuk kebutuhan organismeair.Di mana oksigen terlarut ini difungsikan untuk mempertahankan kinsentrasi O2 maksimal yang dibutuhkan untuk kehidupan.
Sastrawijaya(1991)menyatakan bahwa kadar oksigen dapat dijadikan ukuran untuk melakukan atau untuk menentukan mutu air.Kehidupan di air dapat bertahan jika ada O2 minimal 5 mg setiap liter(5 ppm)
Suhu yang menghubungkan suhu yang sama(isoterm)secara umum dari barat ke timur.Dekat pantai keadaan arus mungkin akan membelokkan isoterm ini ke arah utara atau selatan.Sepanjang batas timur lautan juga dijumpai suhu yang terendah pada permukaan yang disebabkan oleh up welling dari lapisan air di bawah permukaan.(Ghalib,1999)
Menurut Sachlan (1980), waduk adalah sebuah kolam besar tempat mengumpulkan dan menyimpan air untuk dipakai di musim kering. Namun dalam perkembangannya, waduk mempunyai beberapa fungsi lain yaitu untuk pengairan, pengendalian banjir, pembangkit listrik tenaga air, penggerak mesin kebutuhan air minum, perikanan, pariwisata dan lain sebagainya.
Suhu adalah parameter yang penting dalam lingkungan perairan, menurut Connel (dalam Yenni, 1989), pengaruh suhu terhadap organisme peraiarn dapat secara langsung dan tidak langsung, laju dari metabolisme, distribusi dan kelimpahan dari beberapa spesies yang dipengaruhi oleh suhu secara langsung.
HUET (1971) menyatakan bahwa kadar oksigen terlarut memegang peranan penting dalam perairan. Untuk kehidupan ikan diperlukan oksigen tidak kurang dari 2 ppm dengan suhu 20C sampai 28C.
Sedangkan BOYD (1979) menyatakan bahwa kadar oksigen dari perairan disebabkan oleh pernafasan binatang, proses bembokaran (mineralisasi) bahan-bahan organic didasar perairan yang kadar oksigen 5 ppm paada perubahan suhu 20 sampai dengan 30 masih dapat dipandang sebagai air yang cukup baik untuk kehidupan ikan.



III. BAHAN DAN METODE

3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum Limnologi dengan judul “Analisis Kualitas Air Parameter Kimia-1“ yang dilaksanakan pada hari Jumat 30 Oktober 2009 pada pukul 11.00 WIB sampai selesai,di laboratorium Limnologi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru

3.2. Bahan dan Alat
Bahan dan alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah botol BOD, gelas ukur, pipet tetes, dan tabung erlemenyer. Dan bahan yang digunakan adalah air sampel, larurutan pp, larutan NHCO3, dan larutan NaOH, larutan MnSo4 ,larutan H2so4, dan larutan amilum untuk ditetrasi.

3.3. Metodologi
Metode yang digunakan metode langsung karena bahan yang dugunakan sudah tersedia di laboratorium limnologi fakultas perikanan dan ilmu kelautan. Dalam metode ini kita disuruh untuk menghitung pH, oksigen terlarut O2 dan karbon dioksida bebas yang terdaoat dalam perairan.
Rumus untuk DO, yaitu: DO = ml titran x 8000 x 0,025
ml sampel
rumus untuk CO2, yaitu: CO2 = ml titran x N titran x 44/2 x 1000
Vol sampel
3.4. Prosedur Praktikum
1. air diambil dengan menggunakan botol BOD dan dijaga jangan sampai timbul gelembung udara.
2. ditambahkan 1 ml reagen O2 dan 1 ml MnSO4, kemudian botol dikocok lalu didiamkan sampai terbentuk endapan coklat.
3. ditambahkan i ml H2SO4, kemudian botol dikocok sampai semua endapan hilang (warna jadi kuning)
4. diambil air sampel tersebut sebanyak 50 ml masukkan kedalam erlemeyner.
5. ditrase dengan Na2S2O3 5 H2O sampai warnya kuning pucat
6. ditambahkan 3-5 tetes amilum sanpai warna menjadi biru kehitaman.
7. ditrase dengan Na2S2O3 5 H2O sampai warnya menjadi bening




IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
pH air dari sampel percobaan 9,7.pH adalah alat untuk mengukur asam-basa nya suatu larutan.
DO adalah jumlah mg/l oksigen terlarut yang terdapat dalam suatu peraiaran. Hasil DO, yaitu:
DO = ml titran x 8000 x 0,025
ml sampel
= 1,8 x 8000 x 0,025
50
= 360 = 7,2
50
CO2 adalah jumlah mg/l karbondioksida yang berupa gas yang terdapat dalam suatu perairan. Hasil Co2, yaitu:
CO2 = ml titran x N titran x 44/2 x 1000
Vol sampel
= 0,4 x o,o454 x 44/2 x 1000
25
= 399,52
25
= 15,981

4.2. Pembahasan

Air diambil dengan menggunakan botol BOD dan dijaga jangan sampai timbul gelembung udara. ditambahkan 1 ml reagen O2 dan 1 ml MnSO4, kemudian botol dikocok lalu didiamkan sampai terbentuk endapan coklat.ditambahkan i ml H2SO4, kemudian botol dikocok sampai semua endapan hilang (warna jadi kuning) diambil air sampel tersebut sebanyak 50 ml masukkan kedalam erlemeyner. ditrase dengan Na2S2O3 5 H2O sampai warnya kuning pucat ditambahkan 3-5 tetes amilum sanpai warna menjadi biru kehitaman. ditrase dengan Na2S2O3 5 H2O sampai warnya menjadi bening. dihitung oksigen terlarut dengan rumus.



V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Praktikum limnologi bertujuan untuk mengetahui kesuburan suatu perairan sehingga nantinya mahasiswa dapat membedakan antara air yang berkualitas dengan air yang tidak berkualitas sehingga mampu memilih air yang dapat dijadikan sumber air untuk dijadikan air pembudidayaan ikan.
Sedangkan manfaatnya adalah mengetahui seberapa subur kolam percobaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, sehingga cocok untuk dijadikan tempat pembudidayaan ikan.


5.2. Saran
Sebaiknya pada waktu praktikum ini dilaksanakan, lebih dijelaskan lagi mengenai bagian-bagian pada objek pratikum tersebut. Dan sebaiknya praktikan melengkapi buku-buku yang menunjang pelaksanaan praktikum agar praktikan lebih mengerti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar