Minggu, 16 Januari 2011

limnologi Analisis Kualitas Air Parameter Fisika

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Limnologi adalah ilmu yang mempelajari perairan secara umum ( danau, rawa, sungai dan laut). Kecerahan air adalah transparansi perairan yang dapat dilahat secara visual yang dibantu dengan Secchi Disc.
Prosrdur, yaitu:
 Masukan secchi disc kedalam air, sehingga tidak kelihatan garis pembatas antara warna hitam-putih dan hitung jarak tidak tampak (a= cm)
 Tarik secchi disc secara perlahan, sehingga kelihatan garis pembatas antara warna hitam-putih dan hitung jarak tampak (b= cm)
 Hitung transparan kecerahan air, dengan rumus: a+b / 2
Suhu perairan adalah kondisi atau temperatur suatu perairan dengan suhu 270 C. Alat untuk mengukur temperatur perairan yaitu thermometer Hg dan thermometer alkohol. Jenis thermometer yaitu thermometer evershing, thermophpne dan thermistor. Prosedurnya, yaitu:
 Celupkan thermometer kedalam air selama lebih kurang 5 menitdan catat suhu perairan tersebutyang ditunjukan skala thermometer.
Kekeruhan adalah gambaran sifat optik air dari suatu perairan yang ditentukan berdasarkan banyak sinar yang dipancarkan dan diserap oleh partikel-partikel yang ada dalam air tersebut.kekeruhan diukur dengan turbidimeter ( JTU, FTU, dan NTU).

1.2. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dan manfaat dari pratikum Analisis Kualitas Air Parameter Fisika adalah , sebagai berikut:
Nilai kecerahan digunakan untuk menduga kepadatan planktoon dan organisme lain serta banyaknya cahaya matahari yangg masuk kedalam air. Suhu untuk mengetahui suhu perairan yang baik yaitu 270C.


II. TINJAUAN PUSTAKA
Schram(1990)menyatakan bahwa kecerahan suhu perairan dapat mempengaruhi suplai oksigen, yang mana cahaya matahari yang masuk ke dalam periaran akan dimanfaatkan oleh tumbuhan air untuk melangsungkan fotosintesis sehingga menghasilkan oksigen.
Nilai kecerahan suatu perairan berlawanan dengan nilai kekeruhan dan kekeruhan perairan berkaitan erat dengan jenis sedimen yang terakumulasi dan kuat arus.Di mana pada perairan yang kandungan sedimennya didominasi oleh fraksi lumpur dan senantiasa teraduk oleh arus.Sedimen yang berlumpur akan lebih keruh jika dibandingkan dengan perairan yang sedimennya berpasir.(Lukman,1994)
Menurut Nyebaken(1992) bagi tumbuhan akuatik intesitas cahaya sangat menentukan dalam penggunaan energi untuk fotosintesis.Dengan kata lain tumbuhan akan berkurang energi jika intensitas cahaya berkurang.Semakin cerah suatu perairan maka semakin jauh cahaya matahari dapat menembus ke dalam perairan.
Menurut Nontji(1979)menyatakan bahwa suhu air di permukaan dipegaruhi oleh kondisi meteorology yakni curah hujan,penguapan ,kelembapan udara,suhu udara,keceptan angina,dan intesitas radiasi matahari.Oleh sebab itu suhu di permukaan biasanya mengikuti pada musiman.
Suhu perairan biasanya akan meningkat apabila intesitas cahaya matahari yang masuk ke dalam periaran dalam jumlah yang besar.Menurut dahuri et el (1996)suhu periaran dipengaruhi oleh radiasi dan posisi matahari ,letak geografis, musim,kondisi awan,proses interaksi air dengan udara seperti kenaikan panas,penguapan dan hembusan angin.
Suhu yang menghubungkan suhu yang sama(isoterm)secara umum dari barat ke timur.Dekat pantai keadaan arus mungkin akan membelokkan isoterm ini ke arah utara atau selatan.Sepanjang batas timur lautan juga dijumpai suhu yang terendah pada permukaan yang disebabkan oleh up welling dari lapisan air di bawah permukaan.(Ghalib,1999).
Selanjutnya menurut Nyebaken (1992) rendahnya tingkat kecerahan aatau tingginya kekeruhan menyebabkan penetrasi cahaya menurun sehingga fotosintesis oleh fitoplankton dan tumbuhan bentik akan terganggu dan mengakibatkan produksi primer menurun.
Kekeruhan atau turbiditas adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan derajat kegelapan d dalam air yang disebabkan oleh bahan yang melayang bak oganik maupun onargonik.Bahan yang melayang ini mrnyebabkan kekeruhan yang akan mempengaruhi warna air(Haslinda,1992).
Tingkat kekeruhan yang tinggi dapat disebabkan leh erosi di daerah hulu maupun kegiatan pergerakan sehingga menyebabkan terganggunya penetrasi cahaya,dan juga dapat merusak habitat dasar dan metabolisme hewan dasar karena terjadi penyumbatan.(Dahuri et el,1996)


III. BAHAN DAN METODE

3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum Limnologi mengenai ”Analisis Kualitas Air Parameter Fisika” dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 13 Novemberr 2009 Pukul 15.45 – 17.00 WIB, bertempat Laboratorium Limnologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau Pekanbaru.

3.2. Bahan dan Alat
Adapun bahan-bahan dan alat – alat yang digunakan dalam “Analisis Kualitas Air Parameter Fisika” hádala: piring secchi disc, thermometer untuk mengukur suhu perairan dan rol / penggaris untuk mengukur kedalaman sungai. Buku penuntun, serbet untuk membersihkan tangan serta alat-alat tulis lanilla serta Rectangular Weir diperoleh langsung dari Laboratorium Biologi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau Pekanbaru.

3.3. Metodologi
Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah metode langsung, dimana langsung mengukur kecerahan dan suhu suatu perairan kelapangan ( waduk ) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.



3.4. Prosedur Praktikum
Dalam praktikum ini, dilakukan diwaduk Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau Pekanbaru.
Prosrdur kecerahan air, yaitu:
 Masukan secchi disc kedalam air, sehingga tidak kelihatan garis pembatas antara warna hitam-putih dan hitung jarak tidak tampak (a= cm)
 Tarik secchi disc secara perlahan, sehingga kelihatan garis pembatas antara warna hitam-putih dan hitung jarak tampak (b= cm)
 Hitung transparan kecerahan air, dengan rumus: a+b / 2
Suhu perairan adalah kondisi atau temperatur suatu perairan dengan suhu 270 C. Alat untuk mengukur temperatur perairan yaitu thermometer Hg dan thermometer alkohol. Jenis thermometer yaitu thermometer evershing, thermophpne dan thermistor.
Prosedur suhu perairan , yaitu:
 Celupkan thermometer kedalam air selama lebih kurang 5 menitdan catat suhu perairan tersebutyang ditunjukan skala thermometer.
Kekeruhan adalah gambaran sifat optik air dari suatu perairan yang ditentukan berdasarkan banyak sinar yang dipancarkan dan diserap oleh partikel-partikel yang ada dalam air tersebut.kekeruhan diukur dengan turbidimeter ( JTU, FTU, dan NTU).


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
Dari pratikum yang kami laksanakan ,maka dapat diperoleh data sebagai berikut:
A.. Kecerahan Air
Diketahui : a : 100 cm
b : 80 cm
Ka= a +b / 2
= 100 + 80 / 2
= 90 cm
B. Suhu perairan
Dari hasil pengamatan bahwa dapat dikrtahui suhu udara yaitu 270C dan suhu perairan atau waduk yaitu 320C. Jadi kondisi suuatu perairan atau waduk tersebut tidak bagus lagi dan sudah tercemar.

4.2. Pembahasan
Kecerahan air adalah transparansi perairan yang dapat dilahat secara visual yang dibantu dengan Secchi Disc.
Prosrdur, yaitu:
 Masukan secchi disc kedalam air, sehingga tidak kelihatan garis pembatas antara warna hitam-putih dan hitung jarak tidak tampak (a= cm)
 Tarik secchi disc secara perlahan, sehingga kelihatan garis pembatas antara warna hitam-putih dan hitung jarak tampak (b= cm)
 Hitung transparan kecerahan air, dengan rumus: a+b / 2
Suhu perairan adalah kondisi atau temperatur suatu perairan dengan suhu 270 C. Alat untuk mengukur temperatur perairan yaitu thermometer Hg dan thermometer alkohol. Jenis thermometer yaitu thermometer evershing, thermophpne dan thermistor. Prosedur , yaitu:
 Celupkan thermometer kedalam air selama lebih kurang 5 menitdan catat suhu perairan tersebutyang ditunjukan skala thermometer.
Kekeruhan adalah gambaran sifat optik air dari suatu perairan yang ditentukan berdasarkan banyak sinar yang dipancarkan dan diserap oleh partikel-partikel yang ada dalam air tersebut.kekeruhan diukur dengan turbidimeter ( JTU, FTU, dan NTU).



V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
kesimpulan dari pratikum Analisis Kualitas Air Parameter Fisika adalah , sebagai berikut:
 Nilai kecerahan digunakan untuk menduga kepadatan planktoon dan organisme lain.
 Banyaknya cahaya matahari yangg masuk kedalam air.
 Suhu untuk mengetahui suhu perairan yang baik yaitu 270C.


5.2. Saran
Sebaiknya pada waktu praktikum ini dilaksanakan, lebih dijelaskan lagi mengenai bagian-bagian pada objek pratikum tersebut. Dan sebaiknya praktikan melengkapi buku-buku yang menunjang pelaksanaan praktikum agar praktikan lebih mengerti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar